This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wys tans plasings met die etiket Cerpen Cinta. Wys alle plasings
Wys tans plasings met die etiket Cerpen Cinta. Wys alle plasings

CINTAKU BERTEPUK SEBELAH TANGAN


cinta bertepuk sebelah tangan

CINTAKU BERTEPUK SEBELAH TANGAN

Waktu berlalu sangat cepat , sudah 2 minggu aku menjalani hubunganku dengan pacarku , dia bernama Fatir . Aku sangat sayang sama dia , begitu juga sebaliknya . Dia baik , manis , keren , pinter breakdance pula . Oh iya , aku juga punya 3 sahabat yang bisa ngertiin aku , yaitu , Kirana , Ayu dan Rizal . Nah , kebetulan , diantara kita yg jomblo itu aku . Kirana sama Rizal , Ayu sama Bimo . Aku ? I don't know . Sahabatku adalah penyemangatku , saat aku sedih , mereka selalu ada buat aku , kami kompak , kami gak gampang percaya omongan jelek dari orang lain yg hampir merusak persahabatan kita .

Kembali ke pacarku , Fatir , beberapa hari ini , kami ada sedikit konflik hingga akhirnya kami putus pas 3 minggunya kami . Semenjak itu , aku sangat susah buat ngelupain Fatir , gak ada seorangpun yg merubah perasaanku ke dia , padahal , aku udah berusaha sebisaku untuk melupakan dia . Gimana lagi ? Bagaimanapun , aku harus melupakan dia ! Sahabatku selalu bilang"Sabar ndin , sabar!Jangan emosi klo liat dia sama cewek lain."aku pun selalu mengikuti kata* mereka.

Suatu hari , sahabatku Rizal punya sahabat namanya Dhana . Dia baik , keren , suka nggombal , pokoknya sifatnya kebanyakan lucu , gokil deh . Gak tau kenapa , cuman gara*aku deket sama dhana sebagai temen , si Rizal malah jodoh*in aku sama Dhana .
"Ndin , tuh Dhana!"kata Rizal kepadaku
"So?Trus gue harus bilang WOW gitu ?"Jawabku dengan nada bercanda.
"Hmm,,Kamu tuh cocok bangeet sama Dhana . Sumpah deh !"
"Huuushh .. Jangan aneh*deh!"
"Aku serius! Udaaah , jadian sana ."
"Apaan sih ?Udah deh no , kok jadi bahas dia sih ? Tapi , kok bisa cocok ? Cocok dari mana ?"
"Pokoknya cocok daripada sama Fatir . Kurang perhatian ."
"Halaah , udah dulu deh . Bye!"Kataku sambil mengakhiri percakapanku dengan Rizal.

Terus*an si Rizal,Kirana dana Ayu jodoh*in aku sama Dhana , padahal kita deket cuman sebates temen biasa . Maklum , sama*jomblo , jadi dikacangin deh sama Kirana & Rizal . Aku kira , dia juga ada rasa sama aku . Lama kelamaan , aku beneran suka deh . Pas aku online di FB , Dhana juga paslagi online . Aku sama Dhana bercanda*an gitu di chat .
"Minta nomernya Fatir dong ? Kamu kan mantannya."
"Hmm..Iyaiyaa , nih *nomer Fatir*
"Sipp , masih disimpen aja nomernya ?"
"Masak mau dihapus ?"
"Masih sayang ya?"Tanya Dhana
"Sayang siapa ?"Balasku dengan nada bercanda
"Fatir lah"Jawabnyaku
"haha , iya gak yaa ?"
"Yakin ??"
"Tanya Kirana aja sana ! "
"Gak ah , Karina itu klo ngomog sm aku ruwet aja."
"hahahaha ,, eh status kamu nggombal aja tuh"
"wkwkwk ,, kan gak boleh galau !"
"Bisa aja kamu ?? Apa gunanya GALAU !!"Semangatnya.Aku dan Dhana terus bercanda , disitulah aku langsung tau sifatnya.Aku mulai suka sama dia waktu itu . Tapi sayangnya , dia udah suka sama kakak kelas kita , namanya Tata . Dhana itu tipe cowok yg setia dan gak mungkin aku maksain dia buat suka sama aku . Aku nge-Add FBnya kakak kelas yg disukai dhana itu . Eh , dia malah nanya*tentang Dhana , yah , aku rela lah demi orang yg kita sayang .
"Dek ,, kamu temennya dhana kan ?"Tanya kak Tata
"Iyaa kak , kenapa?"aku balik bertanya
"Aku mau tanya , tapi kamu jangan bilang Dhana ya ?"
"Iyaa kak , apa ?"
"Dhana itu anaknya gimana sih ?"Langsung deh , hatiku hancur pas ditanya gitu . Dengan jujur aku menjawab"Dhana itu lucu kak , agak lucu tapi seru , baik juga kak . Kakak suka Dhana yaa ?"Tanyaku nggak ikhlas .
"hahahaha ,, enggak*dek .... Aku lagi deket aja sama dia ."JLEB !
"Kok nggak jadian aja kak?"
"hahahaha ,, nggak tau dekk. Menurutmu dia cowok setia nggak ?"
"Setia kok dia kak."
"Beneran ? Jangan karna kamu temennya terus kamu baik*in dia lho ya dek."Aaarrgghh :@ cerewet banget nih orang #sabaaaar# . Lalu aku jawab,"Enggak kok kak , beneran."Akhirnya aku selesai chat sama dia , sampai besok , aku masih ngerasain sakiit hatiku waktu kak Tata nanya gitu . Tp aku cuma bisa sabaar & tabah , walau sebenernya gak bisa nerima kenyataan PAHIT ini ! Mungkin gak lama lagi , Dhana nembak kak Tata dan jadian deh ~ Tapii ,, aku yakin , mereka nggak selamanya . Dan buat aku bakal indah PADA WAKTUNYA . Tapi untuk kali ini , aku bener*ngerasain sait hati yg dalam . Cintaku bertepuk sebelah tangan .


~~~~~~~ THE END ~~~~~~~~~~

ANDAI SAJA WAKTU ITU DAPAT KU PUTAR KEMBALI


cerpen cinta romantis

ANDAI SAJA WAKTU ITU DAPAT KU PUTAR KEMBALI

Masa liburan telah habis, esok hari pagi-pagi sekali Risyu setsukimi anak perempuan berkewarganegaraan Jepang yang pindah ke Indonesia sejak 3 tahun lalu ini akan mulai menduduki bangku kuliahaan yang jelas beda sekali dengan bangku SMA yang dulu pernah disinggahi oleh gadis mungil yang lucu ini.
Risyu adalah anak bungsu dari 2 bersaudara, papa Risyu adalah seorang businessman yang lahir di Jepang.
Sejak 3 tahun lalu ketika mama Risyu meninggal papa Risyu memutuskan agar keluarga kecilnya ini ber-imigrasi ke Jakarta tempat kelahiran sang istri dan mulai menetap di Jakarta.

Sore hari di kamar terdengar perbincangan Risyu setsukimi dengan temannya Reeya.
“Reey, bagaimana ini besok? Aku takut di ospek!” Adu Risyu kepada Reeya.
“Aduh Risyu tenang aja, kak Cheline kan mentor kamu nanti sayang. Kak Cheline kan kakak aku pasti deh dia gak mungkin kejam-kejam gitu sama kamu, kan kamu teman aku” Jelas Reeya
“Iya aku ngerti tapi tetap aja deg-degan gitu” Jawab Risyu.
“Makanya kamu tenang dong, jangan deg-degan gitu” Kata Reeya.
“Ano” (hmm)
“Mulai deh Jepangnya kebawa-bawa” Sindir Reeya.
“Maaf deh, haha. Namanya kebiasaan menggunakan Bahasa Jepang. Iya deh, iya aku tenang deh” Jawab Risyu.
“Hahaha iya aku gak marah kok, eh udah dulu ya aku dipanggil mami aku. Bye ladies” Akhir kata dari Reeya.
“Yah, yah dimatiin telephonenya” Kata Risyu sambil menutup telephone.
Lalu Risyu pergi mengemas-ngemas barang yang diperlukan untuk esok hari.
Dan pergi tidur ~

Pagi hari
“Non Risyu bangun sudah pagi, Non kan harus berangkat ospek” Sapaan pagi dari Bibi Inah.
“Iya Bi, aku udah bangun kok malah udah mandi” Jawab Risyu.
“Tumben si Non udah beres. Sekarang Non ditunggu Tuan dimeja makan ya Non!” Seru Bibi.
“Iya Bi, makasih ya” Balas Risyu.
Ketika telah selesai makan dan sampai di kampus ~

“Hai, nama kamu siapa?” Tanya seorang laki-laki misterius yang sama-sama diospek.
“Nama aku Risyu” Jawab Risyu singkat
“Aku pikir kamu itu orang luar negeri ternyata orang Indonesia juga ya” Cetus cowo yang berpakaian rapi dan manis ini.
“Aku asli Jepang cuma aku sudah lama di Indonesia makanya lafal berbahasa Indonesia” Sahut Risyu sambil menggaruk-garuk kepala yang sebenarnya Ia sendiripun tidak merasa gatal.
“Oh, maaf ya. Aku salah nebak” Jelas cowo ini sambil tersipu malu.
“Oh iya, nama ku Randy orang Indonesia asli” Sambung Randy sambil mengajukan tangannya.
“Iya salam kenal” Balas Risyu sambil menunduk dan tidak menjawab tangan Randy (Di Jepang masyarakatnya ketika menyapa dan berterima kasih serta ingin mengakhiri pembicaraan akan menunduk sebagai tanda menghormati).

Ospekpun dimulai dan pada awalnya Risyu merasa sangat deg-degan karna ini hari pertamanya menginjak bangku kuliahaan.
Tapi diakhir ospeknya ini Risyu merasa sangat tenang dan sangat gembira karena ada seorang cowo yang lucu yang selalu menemaninya yaitu Randy.
Saat itu juga Risyu dan Randy saling menyukai, dari awal perkenalan yang singkat yang membuat mereka saling jatuh hati.
Tapi ternyata tak disangka ada seorang cewe yang iri hati karena dia merasa derajatnya jauh dibawah Risyu dan cewe itupun ternyata juga menyukai Randy tanpa sepengetahuan Risyu.
Ketika si cewe iri hati ini, Jelsyn mengetahui kalau Randy dan Risyu ini dekat Yeslynpun berniat untuk membuat Risyupun benci dengan Randy.
“Ran, temenin aku yuk ke kantin perut aku sakit banget gak kuat kalau jalan sendiri, kayanya maag aku kambuh lagi” Melas Jeslyn.
“Emang gak ada temen lain ya? Aku sudah ada janji soalnya” Tanya Randy.
“Gak ada, aku gak ada temen” Jawab Jeslyn sambil memasang wajah memelas.
“Aduh, duh sakit nih Ran. Masa kamu tega biarin aku sendirian?” Sambung Jeslyn sambil tersenyum licik.
“Yauda deh” Jawab Randy, iba.
Sesampainya di kantin tak sengaja Risyu yang sedang mencari Randy melihat Randy dan Jeslyn berduaan.
Sontak seketika itu juga Risyupun pergi dari tempat itu. Dan dari kejadian itu pula Risyu tidak mau lagi bertemu bahkan menjawab serta membalas telephone atau pesan singkat dari Randy.
Selang beberapa bulan, Randypun sadar kedekatan Randy dengan Jeslyn yang hanya sebatas teman itulah yang membuat cewe mungil ini tak mau berhubungan dengannya lagi.
Akhirnya Randypun mempunyai ide agar Risyu tidak marah lagi dengannya.
“Risyu, maaf ya kalau aku ada salah. Aku punya permintaan terakhir terserah deh kamu mau marah juga gak apa-apa asal kamu bisa kabulkan permintaan aku ini ya, aku cuma mau kamu datang ke halte dekat kampus aja nanti malam, tepat pukul 7 malam. Makasih ya sebelumnya” Pesan singkat dari Randy.
Dalam hati Risyu mengomel, “Apa-apaan ini, tiba-tiba gini ngajak ketemu” “Tapi yasudah aku datang aja deh” Sambung Risyu

Malampun tiba ~
Risyupun datang tepat waktu, tepat arah jarum jam menunjukkan pukul 19:00 WIB. Tapi tidak ada langkah kaki seorangpun yang terdengar. Lalu, waktu menunjukkan pukul 20:00 WIB, Randy yang ditunggupun tetap tak kunjung datang hanya ada mahasiswa lain yang lewat. Dan Risyupun tetap setia menunggu kedatangan Randy.
Sekarang waktu telah menunjukkan pukul 21:00, air mata Risyupun mulai menetes. Dan Ia merasa dipermainkan oleh Randy.
“Ah, Randy sengaja ngerjain aku. Randy jahat” Omel Risyu
“Loh kok aku jahat?” Suara seseorang bernada terengah-engah
Namun hanya tangis Risyu yang sekarang ini terdengar.
“Kamu nangis? Maafin aku ya. Ini aku punya kotak hadiah yang akan memberikan senyuman di wajah kamu, oh iya ini sama bunga untuk kamu juga” Jelas Randy sambil tersenyum manis. “Kemarin-kemarin ini aku bukan sibuk atau ada hubungan yang special dengan Jeslyn tapi aku hanya kasihan dengan dia karena akhir-akhir ini maag….” Sambung Randy yang terhenti karena hadiah pemberiannya di buang dipinggir jalan oleh Risyu.
“Aku gak butuh ini, kamu gak usah bohong atau ngelak lagi. Aku gak suka cowo pembohong. Jauhin aku sekarang juga!” Tegas Risyu bernada marah.
Namun Randy hanya terdiam dan tersenyum. Lalu Randypun bergegas mengambil hadiah yang di buang oleh Gadis mungil nan lucu ini.
Ketika Randy sudah menggengam kotak dan bunga itu, Randy tetap berada ditenggah jalan sambil membersihkan kotak dan bunga yang kotor itu karena terjatuh di aspal jalan.
Tanpa Randy sadari ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang, sang supir mobil itupun tak dapat mengerem kendaraan yang Ia bawa karna laju mobil tersebut sudah terlanjur kencang dan jarak Randy dengan mobilpun sudah dekat.
Tabrakan itupun rak terhelatkan lagi. Risyu yang melihat kejadian itupun sontak menangis dan menghampiri Randy.
“Randy, maafin aku. Randy sadar, aku mohon sadar. Untuk aku, kali ini saja . Aku mohon Randy, aku mohon. Jika memang kamu mencintai aku bukalah matamu untukku!” Ujar Risyu sambil menangis
“I..ii iya, aku sadar kok. Ma maafin aku ya, aku ga..gak ada hubungan aa.a..apa-apa sama Jeslyn” Jelas Randy sambil tetap mempertahankan bunga dan kotak yang ada di genggamannya dan tetap tersenyum. “I.. ini disimpan ya, a..ku sayang kamu Risyu” Sambung Randy sebagai ucapan terakhir darinya. Lalu Randy menutup matanya untuk selamanya.
“Ran, Ran, Randy. Aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku mohon Randyyyyyyyyy! Tolong… Tolong Bantu saya bawa teman saya ke Rumah Sakit terdekat” Ucap Risyu sambil melihat sekelilingnya.
Si penabrak Randy itupun sudah tak kelihatan lagi sekarang
“Ayoo dik, saya bantu” Ucap seorang pria baik hati yang menolong Randy.

Sesampainya di Rumah Sakit ~
“Siapa keluarga dari pasien tabrakan ini?” Tanya seorang dokter yang menangani Randy.
“Saya, saya kerabatnya. Bagaimana keadaannya dok? Pasti baik-baik sajakan?” Tanya Risyu gelisah.
“Maaf, sebaiknya Anda harus tetap tenang dan sabar. Dia telah berpulang. Tepatnya dari perjalanan menuju Rumah Sakit ini nyawanya sudah tiada lagi.” Jawab dokter tersedih.
“Gak mungkin dok, gak mungkin. Kita baru saja berbincang-bincang lagi! Tidak mungkin secepat ini dok.” Seru Risyu sambil melepas tangisan yang tak segan-segan Ia tunjukan di depan halayat umum.
“Maaf, ini adalah jalan Tuhan, saya hanya manusia biasa. Saya tidak bisa banyak membantu” Ujar dokter.
“Aku” Balas Risyu lalu Ia jatuh seketika dari tempat Ia berpijak.
Risyupun pingsan dan tak sadarkan diri selama setengah jam, setelah Risyu sadar telah banyak teman Risyu dan Randy yang mengelilinginya. Namun ada satu orang teman Randy yang datang menghamipi Risyu dan berkata,
“Kamu beruntung bisa mengenal Randy” Ujar teman Randy sambil memegang bahu Risyu.

Ketika pemakaman tiba ~
“Hai, aku Welsen, sahabat Randy” Sapa Welsen tersenyum.
“Kamu yang waktu di Rumah Sakit itu ya?” Tanya Risyu.
“Iya, bagaimana keadaanmu sekarang?”
“Baik, aku Risyu. Senang bertemu denganmu” Kata Risyu sambil menundukan kepalanya.
“Senang bertemu dengan mu juga, kamu tahu? Sebelum Randy pergi, Randy menceritakan banyak hal tentang mu kepada ku. Jujur, kamu adalah perempuan pertama yang disukai Randy. Sejak kecil Randy tidak pernah menyukai perempuan manapun selain kamu. Oh iya ini kotak dan bunga dari Randy maaf sudah layu bunganya soalnya sudah dari semalam” Ucap Welsen sambil memberikan kotak dan bunga.
“Terima kasih, masih ada bercak darah Randy disini” Sambil mulai menitihkan air mata dan mulai membuka isi kotak.
“Coba kamu tekan boneka itu” Pinta Welsen.
“AKU MENCINTAI MU RISYU, MAAF JIKA AKU SEMPAT DAN BAHKAN MEMBUAT MU BERSEDIH DAN MENETESKAN AIR MATA KARENA KEBODOHAN KU INI. AKU MOHON MAAFKANLAH AKU YANG BODOH INI! DAN AKU SUNGGUH-SUNGGUH MENYAYANGI MU DAN TAK INGIN KAU TERLUKA. I LOVE YOU RISYUSETSUKIMI” Bunyi rekaman yang terselip di dalam boneka Teddy Bear kesukaan Risyu.

“Tahukan kamu? Randy begitu menyayangi mu. Dan Randy juga tidak ada hubungan apa-apa dengan Jeslyn selain sebatas teman” Ucap Welsen.
“Bagaimana kamu tahu?” Tanya Risyu sambil tersedu-sedu.
“Dia menceritakannya kepada ku. Tahu jugakah kamu kenapa ketika Randy tertabrak Randy tetap mempertahankan kotak dan bunga itu?” Tanya Welsen kepada Risyu.
Risyupun hanya terdiam
“Sebelum kejadian ini, Randypun telah mendapatkan mimpi yang sama dengan kejadian ini. Dari kecil setiap mimpi Randy selalu berubah jadi kenyataan. Randypun juga berpesan agar aku menjelaskan ini semua kepadamu, ketika Randy tertabrak Randy tidak ingin melepaskan genggamannya dari kotak itu karena Ia tidak ingin boneka yang berisi rekamannya itu pecah dan hancur. Randy ingin agar kamu dapat mendengarkan rekaman yang sekarang ini menjadi kenang-kenangan darinya” Seru Welsen.
Sekarang hanya tangis Risyu yang terdengar
“Tugas ku sudah selesai” Ujar Welsen sambil mencoba pergi dari Risyu

Risyupun sangat teramat menyesal sekarang, Risyu sadar bahwa ada seorang pria yang menyayanginya dengan setulus hati. Namun kini telah percuma karena semuanya telah sia-sia, Randypun juga telah tiada sekarang.
So, selama pasangan mu masih ada jagalah dan sayangilah dia sebaik-baiknya.
Jangan sampai kamu menyesal ketika pasangan mu sudah tiada.
Dan jangan biarkan pasangan mu tersakiti. Baik laki-laki yang memiliki perempuan yang kamu cintai, walaupun dia bad untuk mu tapi kamu harus sadar bahwa hanyalah dia yang membuat kamu bisa bertahan setegar ini

--- The End ---

CINTA DALAM HATI



CINTA DALAM HATI


Namaku vina karina, Karin sebutan temanku biasa memanggilku. Aku, Via, Nuri dan Septin kami sudah berteman sejak duduk di bangku SMP,dan hari ini adalah hari yang amat aku dan tamanku nanti,karena hari ini pertama aku masuk SMA,Senang rasanya hari ini memasuki masa orientasi untuk hari pertama, seperti biasa di bagi tiap regu kelompok dan aku masuk kalompok suku banyuke ada kakak pendampingnya dia bernama Aldy dia duduk kelas 2 selisih setahun sama aku,kayaknya sih baik si kakak ini tapi agak jutek,tak lupa kamipun satu persatu berkenalan dengan teman kelompok,acara di mulai berbagai permainan kami jalani dan berbagai hukumanpun kami dapatkan,Tapi ini hari sangat menyenangkan bertambah teman,pengalaman tentunya,hari pertama sukses aku jalani,Aku,Via,nuri,dan Septin bargegas untuk pulang kerumah,sampai di rumah kami harus menyiapkan bekal untuk MOS hari esok,keesokan hari kami berempat bergegas berangkat untuk tidak telat karena akan dapat hukuman kalau telat,kamipun sampai juga di sekolah dan langsung apel seperti biasa selanjutnya kegiatan MOS,,,,,,,dan begitu selanjutnya sampai hari terakhir.

Hari pertama aku masuk untuk mengikuti pelajaran,tapi sebelumnya cari kelas dan tempat duduk,kebetulan aku dan via satu kelas jadi tak perlu cari teman buat duduk bareng,bel berbunyi krriiiiiinnnggggg’’’’’’’’’’’’’; kamipun siap untuk mengikuti pelajaran pertama,tapi sebelumnya guruku meminta untuk perkenalan terlebih dahulu,Bagas begitu aku termenung melihat sosok dia yang kalem santun dan lembut bicaranya,ah bodoh aku kan baru lihat dia mungkin cuma perasaanku saja,pelajaranpun di lanjut guruku menerangkn dengan serius,tapi aku gak bias konsent mataku jlalatan bawaannya selalu tertuju pada Bagas,kenapa sih aku gak biasanya kayak gini aneh,Viapun bertanya,,kenapa kamu Rin???jawabku gak apa-apa kok Vi jawabku datar,,,,kamu perhatikan dong gurunya nerangkan nanti kamu gak ngerti lho!!!!! Iya Vi ne udah ku perhatikan,,,,bel udah berbunyi waktunya kami berempat bergegas untuk ke kantin,lagi dan lagi cowok itu muncul,,sambil mendesah!!!! Siapa Rin Tanya Nuri?????sambil keheranan,,,!!!! Siapa lagi kalau bukan si Bagas,,,owww Bagas to jawab Via mendesir,,,udah yuk kita makan keburu bel nanti,,bel bunyi lagi waktunya masuk kelas masing-masing pelajaran selanjutnya di mulai,lagi dan lagi mata dan fikiranku tertuju pada si Bagas,,akupun berusaha mengalihkan fikiranku ke pelajaran tapi tetap gak bisa,,jantungku berdebar cepat dak fikiranku mulai gak tenang dan hilang semua konsent pelajaranku guruku mengakhiri pelajaran dan waktunya untuk pulang,,sampai di halaman sekolah Bagas menghampiri aku,,dan ngobrol banyak ntah apa yang aku obrolin gak terasa udah dekat dari rumah,gak lama Bagaspun pamit pada kami untuk belok ke gang rumahnya sambil berkata:mampir yuk!!! Jawab kami iya terima kasih lain kali aja,,,kami terus berjalan dan akhirnya sampai rumah juga,,hari yang sangat melelahkan bercampur bahagia itu yang aku rasakan perasaan yang aneh dan selalu bertanya-tanya tentang Bagas,kenapa fikiranku selalu memikirkan Bagas sampai malam larut aku tak nyenyak tidur di fikiranku selalu teringat dia tadi saat bicara di depan kelas,mataku tak kuat lagi wktunya tidur dan besok harus bangun pagi,

Suara alarm membangunkanku udah pasti udah pagi,waktunya bangun dan mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah,teriakan suara temanku udah terdengar aku harus pamit pada kedua orang tuaku untuk berangkat sekolah,kamipun berangkat seperti biasa berempat,kami berjalan dan tak kuduga Bagas terlihat berdiri entah nunggu siapa,tak lama Bagas malambaikan tangan pada kami,Dia berkata” aku udah lama nunggu kalian ayo cepat udah agak siang ini”,iya sabar singkat jawab kami.Kamipun berangkat bereng bersama dengan Bagas tak terasa sampai juga di sekolah,tak lama belpun meandering kamipun bersiap menuju kelas untuk mengikuti pelajaran,ada yang aneh dari si Bagas kenapa dia memandangku seperti itu???dalam hatiku bicara,jam pelajaran udah berakhir,dengan perasaan kaget Bagas menghampiri aku untuk mengajakku ke kantin bersama-sama,kamipun bergegas ke kantin untuk makan dengan penuh canda kami ngobrol,gak seperti biasanya perasaanku bahagia banget ntah apa yang aku rasakan aku juga bingung,wknya istirahat udah berakhir sa’atnya pelajaran selanjutnya,Bagas tak henti-hentinya melihat aku di kelas begitu dia seterusnya sampai jam pelajaran habis,pulang sekolah Bagas pulang bersama kami,keesokan harinya Bagas datang kerumah dan mengajakku jalan-jalan tak bisa aku menolak dalam hatiku dan akhirnya aku ngangguk dan berkata iya,kamipun jalan berdua.

Keesokan harinya ada yang tak lengkap di kelasku si bagas tak datang di kelas,,sepulang sekolah kami mampir kerumah Bagas yang kebetulan satu perum untk memastikan kenapa dia sebenarnya,sampai di rumah Bagas tak terlihat siapapun,kamipun memutuskan untuk pulang.

Sampai di rumah perasaanku mulai cemas,fikiranku yang ada hanya Bagas,dan aku selalu bertanya:????kenapa dia”??mulai saat ini aku merasakan perasaan yang amat aneh mungkin ini yang di namakan CINTA tapi aku tak sepenuhnya paham apa itu cinta,yang jelas perasaanku ke bagas beda dengan perasaanku sebelumnya itu yang aku rasakan sekarang.

Sudah 3 hari Bagas tak terlihat,perasaan cemasku gak bisa hilang selalu memikirkan dia dan dia,gak ada kabar yang pasti,aku ingin ngobrol dan bercanda sama Bagas itu yang aku inginkan saaat ini.

Keesokan harinya Bagas datang kesekolah tentunya dengan wajah yang penuh semangat,tak lupa dia selalu menyapaku,”Pagi Karin”??? “Pagi juga Bagas”jawabku singkat,sambil tersenyum.

Udah cukup lama aku dan Bagas selalu bersama-sama,tak ada yang berubah dari seorang Bagas di tetap yang dulu,seorang yang santun,begitupun perasaanku gak berubah sedikitpun dari yang dulu tetap.

Tiga hari lagi aku genap berusia 18 tahun,aku pengen meranyakan hari bahagiaku bersama orang yang aku sayang selain orang tuaku dan adik-adikku,tapi siapa ???”!!! ntahlah pikiranku terlalu berharap banyak untuk itu sedangkan pacar aja gak punya,tapi aku selalu berfikir Bagas bisa menemaniku saat hari bahagiaku nanti tapi itu gak mungkin.

Keesokan hari kudengar kabar yang membuat hatiku terpukul,bahwa hari ini Bagas masuk rumah sakit lagi karena penyakitnya kambuh lagi,dia sudah lama menderita penyakit dalam,hatiku gundah perasaan cemas selalu datang di setiap aku mengingat dia.

Malam hari dan bertepatan dengan hari ultahku aku merayakan kebahagiaan ini bercampur perasaan gundah,dan malam itu juga aku datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan Bagas,sesampai di rumah sakit aku melihat Bagas berbaring dengan mata terpejam,tak lama ada seorang ibu menghapiriku di depan jendela,dan bertanya.”??
Ibu : sedang apa adek di situ?
Jawabku : lihat teman sakit.!!
Ibu : siapa??
Jawabku : Bagas .!!
Ibu : Benarkah?
Jawabku : iya,memang kenapa bu??
Ibu : kamu temannya Bagas anak saya??
Jawabku : iya,teman sekelasnya dia.!!
Ibu : kalau gitu silahkan masuk.!!!
Jawabku : terima kasih ibu.bergegas kedalam`````….

Sang ibu pun ngobrol banyak sama aku dan Tanya-tanya tentang aku,tak lama ia mengeluarkan kertas kecil ntah apa itu,tak ku duga ia mengasihkan kertas kecil itu padaku,beliau bilang ini titipan dari Bagas dan ia tak tau persis apa pesannya.

Tak lama ibu pamit untuk keluar sebentar,akupun nunggu Bagas sendirian dan aku mandekati dia ku genggam tangannya seakan ku tak mau kehilangan dia sambil ku berdoa,tak lama ibu datang,gantian aku pamit keluar sebentar kepada ibu,aku duduk sambil merenung tak lama terdengar jeritan dari kamar Bagas di rawat akupun segera masuk kedalam ibu Bagas menangis histeris dan ternyata Bagas tutup usia, akupun larut dalam kesedihan tak mampu ku bendung air mata ini yang terus menetes,ku hanya bisa terdiam melihat kenyataan ini,akupun membaca surat dari Bagas,perlahan ku mulai membaca yang isinya. “hari ini adalah hari bahagiamu yang genap 18 tahun,happy birthday yach,,,,,,Sehat selalu dan selalu di lindungi tuhan YME, Karin,sudah lama kita bersama-sama tapi aku gak berani ngungkapin perasaan ku ke kamu yang sebenarnya aku sayang sama kamu,meskipun aku gak bisa miliki kamu tapi aku selalu sayang kamu dan selalu ingat kamu di sana” tanpa sadar hatiku menjerit dan aku meneteskan air mata yang ternyata Bagas juga sayang sama aku sebaliknya aku ,tapi semua telah berlalu dan hanya kenangan kita.

Ini adalah hari terindahku juga kado terindahku sekaligus hari dukaku,kamu telah kembali,selamat datang kesendirian,selamat datang kesedihan dan selamat jalan “CINTA DALAM HATIKU”.


~~~~~~~~~~~ the end ~~~~~~~~~~

Inikah Pengorbanan Cinta




Inikah Pengorbanan Cinta
Cerpen Karangan: Nur Aeni Fadilla

Langit malam begitu indah. Di sebuah lubang persegi di atas jendelaku terlihat bintang bertaburan di langit gelap itu. Sungguh indah cahaya bintang itu. Terpikir di benakku, Ibuku mungkin ada di antara cahaya bintang itu, tersenyum indah dengan senyumannya membuat kami bahagia. Di temani oleh para malaikat dan bidadari disana.

Tiba-tiba handphoneku berdering, tanda sms masuk. Sebuah nama yang tak asing lagi, yaitu Farhan. Dia sms aku lagi dan mengatakan hal yang sama “Aku sayang kamu, Shila. Kamu mau gak jadi pacar aku?” Aku pun membalas smsnya itu. “Kalau kamu memang benar sayang sama aku, kamu telepon aku sekarang dan katakan hal yang tadi kamu katakan di smsmu itu.”
Aku menunggu telepon dari dia. Aku pengen buktikan, apakah memang dia benar sayang sama aku. Mungkin hanya itu yang bisa aku syaratkan buat dia, karena tidak mungkin juga dia datang ke rumahku saat itu juga untuk mengatakan hal itu, sedangkan rumahnya berada di Kalimantan. Beberapa menit kemudian, dia meneleponku. Aku pun terima telepon dari dia. Awalnya tak ada suara sedikitpun, akan tetapi telepon itu tetap terhubung ke nomornya.
“Assalamualaikum… Selamat malam, Shila!” ucap Farhan.
“Wa’alaikum salam, Selamat malam juga.” jawabku.
“Kamu lagi ngapain sekarang?” katanya lagi.
“Hmm, aku lagi baring-baring nih. Kalau kamu lagi ngapain?” balasku.
“Sama, aku juga lagi baring-baring nih. Aduh, sudah nih basa-basinya. Shila… sebenarnya begini aku pengen curhat. A. aaku suka sama seorang cewek. Dia tinggal di Sulawesi Selatan. Tepatnya di Pekkae. Dia keponakan dari Tante Ani. Tapi, dia akan nerima aku ngga yah, jika aku ngungkapin perasaanku ke dia?” ucapnya dengan suara yang gugup.
“Tapi? Itu kan…..” ucapku tak meneruskan.
“Ii..yah, Itu kamu. Shila aa..ku sayang kamu! Sudah lama aku pendam perasaan ini. Kamu mau ngga jadi pacar aku?” kata Farhan dengan nada suara yang terus gugup.
“Hmm, begini kamu sekarang ada di Kalimantan, sedangkan aku ada di Sulawesi. Apakah kamu sanggup ngejalanin hubungan jarak jauh?” ucapku.
“Iyah, aku sanggup. Aku sayang sama kamu. Rasa sayang itu ngga akan jadi penghalang cuma karena jarak dan waktu. Aku pasti bisa ngejalaninnya. Untuk itu, apakah kamu mau jadi pacar aku?” kata Farhan.
“Hmm, baiklah. Aku harap perkataan kamu itu bisa kamu pertahankan.” kataku.
“Jadi, kamu terima! Horeee… Aku seneng banget. Aku lega dengarnya. Aku pasti bisa pertahankan itu.” ucapnya.
Tepat pada tanggal 29 Mei 2012. Aku jadian dengan Farhan. Aku dan dia ngobrol-ngobrol cukup lama malam itu.

Seminggu berlalu, hubunganku dengan dia berjalan dengan baik. Komunikasi pun tetap berjalan lancar. Dia selalu membuat aku senang. Bercanda dan tertawa bersama. Dia mengingatkanku dengan masa kecil kami dulu. Di saat aku menangis, dia menyanyikan aku sebuah lagu, sehingga aku tersenyum kembali dan berhenti dari tangisanku. Walaupun kenangan itu udah aku lupa, tapi dia tetap mengingatkanku.

Farhan suka sekali dengan tayangan reality show ‘Opera Van Java’. Hampir setiap hari dia utarakan gombalan pada tayangan kesukaannya itu kepadaku. Dengan kreativitasnya, dia juga menciptakan gombalan-gomabalan baru hanya untuk membuat aku tersenyum. Aku juga ngga mau kalah, hehehe.. Aku balas gombalannya itu. Yang membuat kami tertawa bersama lagi.

Tak terasa, hubunganku dengan dia berjalan dua bulan. Saat itu, yang membuat aku senang karena dia merencanakan untuk datang ke Makassar sebelum ramadhan tiba. Dia juga berkata ingin datang ke rumahku untuk menemuiku. Karena rasa rindunya kepadaku. Sebelum kedatangannya itu berbagai persiapan pun aku lakukan agar disaat dia datang nanti merupakan hari yang paling spesial buatnya. Alhamdulillah juga, saat itu aku punya uang lebih karena Bapakku mengirimkanku uang.

Pagi hari di hari liburku, aku pun pergi ke pasar bersama tanteku. Tanteku udah lama tahu bahwa aku pacaran dengan Farhan. Aku pun belanja berbagai jenis makanan dan minuman di pasar itu hanya untuk dia. Aku hanya bisa membelinya karena aku tak ingin nenek aku tahu. Apalagi jika aku yang membuatnya sendiri, pasti nenekku akan curiga.
Sebuah gelang cantik berwarna coklat kuning membuatku ingin memilikinya, sungguh cantik gelang ini. Perpaduan antara warna kesukaanku dan warna kesukaan Farhan. Coklat adalah warna kesukaanku dan kuning adalah warna kesukaan Farhan. Aku harap dia suka gelang ini. Di siang hari yang panas, di mana matahari bersinar dengan teriknya. Aku pun pulang bersama tanteku dari pasar.

***

Saat yang aku tunggu-tunggu, dimana Farhan akan tiba di pelabuhan Pare-Pare dan akan datang menemuiku. Aku perkirakan dia akan datang sore hari itu. Semuanya sudah siap termasuk hadiah spesial itu untuknya. Di saat detik berganti menit, menit berganti jam, sore hari itu berlalu. Tak ada dia, dia tidak datang, handphoneku tak berdering. Teleponnya juga tidak ada, kemana dia? Ku mencoba meneleponnya. Tapi, “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.” Kecewa yang aku rasakan saat itu.

Tiga hari kemudian, Farhan meneleponku…
“Sayang, aku tidak sempat singgah ke rumah kamu. Karena mobil yang aku tumpangi lewat Soppeng. Maafin aku yah! Insyaallah jika aku pulang nanti aku akan singgah di rumah kamu.”
“Iyah, tapi kamu janji kan akan singgah?” ucapku.
“Iyah, Insyaallah.” ucap Farhan.
Ketika dia meneleponku saat itu, seakan dia tidak bersemangat lagi. Ada apa gerangan dengan dia? Dia hanya berikan telepon itu kepada temannya. Aku hanya bicara dengan temannya itu. Tak ada suara yang aku dengar darinya. “Tolong berikan handphone ini pada Farhan, aku ingin bicara dengannya.” Aku pun bicara dengan Farhan malam itu, tapi dia hanya berkata, “Ada apa sayang?”.
“Kenapa kamu lemas begini bicaranya? Ada apa sih?” ucapku kepadanya.
“Tidak apa-apa kok. Nih teman aku mau bicara.” Farhan memberikan telepon itu lagi kepada temannya. “Hmm, sudah dulu yah teleponannya. Ada yang ingin aku kerjakan. Assalamualaikum..” ucapku kepada teman Farhan itu.

Waktu libur ramadhan telah usai, waktunya untuk sekolah dan melanjutkan sekolahku di masa SMA. Hmm.. Tapi, tak ada telepon dari dia. Sepulang sekolah, tanteku memanggilku dan berkata,
“Mamanya Farhan tadi nelpon tante, katanya dia gak sempat untuk singgah kesini. Farhan tidak ingin menelepon kamu, dia takut kalau kamu kecewa jika dia yang mengatakan hal itu. Karena mobil yang dia tumpangi itu harus lewat soppeng lagi.”
“Hmm, percuma juga tante. Aku bosan dengar alasan dia itu. Mobilnya harus lewat soppenglah. Apalah. Andaikan dia usaha’in untuk bisa ketemu dengan aku. Kata dia juga rindu sama aku. Tapi apa buktinya, tidak ada, kan! Ahh, percuma. Lebih baik hubunganku dengan dia berakhir sekarang.” ucapku dengan perasaan kesal dan kecewa.

Hari itu juga hubunganku dengan dia berakhir. Aku hanya berharap suatu saat nanti akan ada orang yang benar-benar sayang sama aku. Benar-benar cinta sama aku. Terima aku apa adanya. Terutama tidak akan mengutarakan janji saja, tapi dengan bukti. Bukti yang PASTI.


The End......